www.mutmainah.forumotions.com

Forum Diskusi & Informasi Pengajian VCM
 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Keluarga VCMKeluarga VCM  

Share | 
 

 Hillary dan Obama Bertarung Habis-habisan di Nevada

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 63
Join date : 20.01.08

PostSubyek: Hillary dan Obama Bertarung Habis-habisan di Nevada   Sun Jan 20, 2008 10:13 pm

Hillary dan Obama Bertarung Habis-habisan di Nevada

AP /Charles Rex Arbogast - AFP/David McNew/Getty

Bakal calon presiden dari Partai Demokrat Senator Barack Obama menyalami para mahasiswa di kampus University of Nevada di Reno, Nevada AS, Kumat (18/1), (Foto Kiri). Sementara itu kandidat yang sama Senator Hillary Rodham Clinton menemui pendukungnya di Gereja Missionary Baptist Compton, California dan menemui warga kulit hitam.

[LAS VEGAS] Hillary Rodham Clinton dan Barack Obama, dua bakal calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, saling berkejaran meraup dukungan publik dalam serangkaian kampanye di Nevada, negara bagian di wilayah barat daya AS, menjelang Kaukus Nevada yang berlangsung pada Sabtu (19/1).

Kedua kandidat menggembar-gemborkan berbagai rencana penyelamatan ekonomi AS yang terancam resesi. Kontes di Nevada merupakan pertarungan pertama dua kandidat setelah kemenangan Hillary di pemilihan pendahuluan (primary) New Hampshire pekan lalu sehingga mengimbangi kemenangan Obama sebelumnya di Kaukus Iowa.

Dengan berbagai kekhawatiran bahwa resesi akan mencengkeram agenda politik AS, Hillary merasa tidak perlu menunggu Presiden George W Bush untuk mengungkapkan rencana-rencana stimulus fiskal. Bush, dalam pidato di Gedung Putih mengungkapkan rencana stimulus fiskal sedikitnya US$ 140 miliar.

"Pendekatan Bush akan gagal untuk sepenuhnya membantu jutaan warga berpenghasilan rendah yang hidup bergantung pada penghasilan tetap dan kini dilanda tekanan finansial sangat besar," ungkap Hillary.

"Rencana tersebut akan mengabaikan secara tidak proporsional keluarga-keluarga Afro-Amerika dan Hispanik, yang secara rata-rata memiliki penghasilan lebih rendah ketimbang keluarga-keluarga AS kulit putih," tandas Hillary.

Hillary, mantan Ibu Negara, sebelumnya telah mengampanyekan rencana perbaikan ekonomi senilai US$ 70 miliar. Hal itu mencakup komponen darurat untuk mengadang penyitaan-penyitaan rumah serta bantuan darurat US$ 25 miliar untuk keluarga-keluarga yang dibebani oleh tunggakan kredit.

Hillary dijadwalkan untuk fokus pada rencana perekonomian yang dia tawarkan dalam sejumlah kampanye di Nevada. Ia juga mengusulkan digulirkannya dana sebesar US$ 40 miliar dalam bentuk pemotongan pajak kelas menengah dan para pekerja.

Obama

Obama sendiri mengampanyekan rencana penyelamatan perekonomian US$ 75 miliar. Sebagaimana halnya Hillary, Obama berkampanye di Las Vegas, surga para penjudi, Reno kota di wilayah Barat, serta Elko, kota terluar di wilayah utara.

Sebuah jajak pendapat, Jumat (18/1), yang diselenggarakan oleh Las Vegas Review Journal menempatkan Hillary pada posisi sembilan poin lebih unggul ketimbang Obama di Nevada, 41 berbanding 32 persen sehari menjelang kaukus.

Obama didukung Culinary Workers, serikat pekerja kuliner ternama di Las Vegas, yang menurut sejumlah pakar sangat berpengaruh signifikan pada kontes.

Dalam sebuah wawancara dengan San Francisco Chronicle, yang dipublikasikan Jumat, Obama, senator Partai Demokrat dari Illinois, membantah tudingan-tudingan Hillary yang menyebutnya tidak cukup pengalaman untuk menjadi presiden.

"Senator Clinton senantiasa menggembar-gemborkan pengalamannya. Tetapi tidak ada pengalaman manajemen yang dapat saya lihat dalam riwayatnya," timpal Obama.

Obama mengatakan, kampanye kepresidenan yang dia lakukan dari nol, hingga akhirnya dapat bersaing dalam sebuah organisasi politik berusia 20 tahun, yang dibangun oleh seorang mantan presiden, bukanlah sebuah "kebetulan semata".

"Pencalonan ini memperlihatkan kapasitas saya untuk mempersatukan sebuah tim dan mengarahkannya ke sebuah tujuan yang menurut saya penting," ungkap Obama.

Baik Kaukus Nevada pada Sabtu ini maupun pemilihan pendahuluan South Carolina pada Sabtu (26/1) mendatang adalah kontes kunci. Pertarungan kali ini rapuh karena tidak ada satu pun kandidat yang sangat menonjol baik di Demokrat maupun Republik, menjelang "Super Duper Tuesday" pada 5 Februari mendatang. Lebih dari 20 negara bagian akan serentak mengikuti "Super Tuesday."

Sementara itu, kubu Partai Republik memenuhi gelombang udara dengan berbagai iklan kampanye di South Carolina. Sejumlah jajak pendapat memperlihatkan senator dari Arizona, John McCain, dan mantan pendeta Baptis, Mike Huckabee, bertarung ketat.

McCain, veteran perang Vietnam serta senator Arizona, berupaya keras menghalau serangan terkait statusnya sebagai tahanan perang. Serangan terhadap pribadi itu juga pernah memgagalkan kampanye kepresidenan McCain di South Carolina pada tahun 2000. [AP/AFP/E-9]

Last modified: 18/1/08
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://mutmainah.forumotions.net
 
Hillary dan Obama Bertarung Habis-habisan di Nevada
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» ternyata obama seorang yahudi
» Merah Putih Habis

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www.mutmainah.forumotions.com :: BERITA :: Jabodetabek, Nasional & Internasional-
Navigasi: