www.mutmainah.forumotions.com

Forum Diskusi & Informasi Pengajian VCM
 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Keluarga VCMKeluarga VCM  

Share | 
 

 Enam tahun JIL menebar sesat

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
anwarp



Jumlah posting : 14
Join date : 20.01.08

PostSubyek: Enam tahun JIL menebar sesat   Tue Jan 22, 2008 8:18 pm

Enam tahun JIL menebar sesat

Oleh : Martin Jatinangor
iDemikian judul artikel yang ditulis pada situs alislah online .com yang terbit tgl 31 Maret 2007. Penulisan judul dengan mencantumkan kata ‘sesat’tersebut bukan tanpa alasan , pada tanggal 1 Agustus 2005,Majelis Ulama Indonesia telah memberikan fatwa haram pada aliran yang berberhaluan liberalisme ,Plularisme & sekularisme.
Jaringan Islam Liberal (JIL) yang “dipimpin” oleh Ulil Abshar Abdala yang bermarkas di Jalan Utan Kayu No. 68-H, Matraman, Jakarta Timur, telah menyebarkan pemahaman islam dalam kerangka pemikiran yang bertolak belakan dengan pemahaman yang sesungguhnya mengenai tafsir Al-Qur’an & Hasits . Mari kita lihat kerangka pemikirannya yang di wujudkan dalam lima butir landasan penafsiran Islam Liberal , yang harus disebarkan seluas-luasnya oleh ‘ antek-antek JIL ’ kepada seluruh lapisan masyarakat muslim.

Satu diantaranya adalah : Membuka pintu Ijtihad pada semua Dimensi Islam
Pada butir tersebut dijelaskan bahwa “ Islam Liberal percaya bahwa ijtihad atau penalaran rasional atas teks-teks keislaman adalah prinsip utama yang memungkinkan Islam bisa bertahan dalam segala cuaca.Penutupan pintu ijtihad,baik secara terbatas atau secara keseluruhan,adalah ancaman atas Islam itu sendiri, sebab dengan demikian Islam akan mengalami pembusukan.Islam Liberal percaya bahwa ijtihad bisa diselenggarakan dalam semua segi, baik segi muamalat (interaksi Sosial ), ubudiyat (ritual) dan ilahiyat (teologi) .”

Pada butir pertama tersebut di atas ,dalam landasan pemikiran JIL membuka pintu ijtihad atau pembaharu pada Dimensi Islam , artinya mereka dapat melakukan penafsiran berdasarkan logika atau nalarnya pada seluruh Syariat Islam baik yang tertulis di Al-Qur’an maupun Al-Hadits . Mereka beranggapan bahwa penafsiran berdasakan logika pada teks-teks keislaman bisa membuat islam bisa bertahan dalam segala cuaca . Pandangan seperti itu merupakan pola pikir yang kolot dan ‘kebelinger’ ,tidak ada yang baru dalam pandangan penulis.
JIL mengambil kerangka pemikiran dari orang-orang orientalis (Barat) yang menggunakan tafsir hermeuneutika atau menyadur faham liberal lain seperti Charles Kurzman, University of North Carolina., Mohammed Arkoun, University of Sorbone, Prancis.,Harun Nasution dll . Prof.Dr.Harun Nasution alumni MMcGill Canada yang bertugas di IAIN Jakarta ,yang memuji Rifa'at Thahthawi seorang liberalist(orang Mesir alumni Prancis) sebagai pembaharu dan pembuka pintu ijtihad (Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Gerakan, hal 49). Padahal, menurut Ali Muhammad Juraisyah dosen Syari'ah di Jami'ah Islam Madinah, Rifa'at Thahthawi itu alumni Barat yang paling berbahaya. Rifa'at Thahthawi tinggal di Paris 1826-1831M yang kemudian kembali ke Mesir lalu bicara tentang dansa yang ia lihat di Paris bahwa hanya sejenis keindahan dan kegairahan muda, tidaklah fasik berdansa itu dan tidaklah fasik (tidak melanggar agama) berdempetan badan. (Bahaya Islam Liberal Sekular dan Menyamakan Islam dengan Agama Lain ( Hartono Ahmad Jaiz -)
Apakah bentuk ijtihad seperti ini yang dimaksud ? serta disebut sebagai pembaharuan dalam islam ?. penafsirkan syariat dengan mengabaikan kaidah-kaidah dienul islam, oleh orang –orang liberal di anggap sebagai modernisasi peradaban ?
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al Israa' 17. 32. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
Demikian pula dalam hadist nabi ,"Setiap bani Adam ada potensi berzina: maka dua mata berzina dan zinanya melihat, dua tangan berzina dan zinanya memegang, dua kaki berzina dan zinanya berjalan, mulut berzina dan berzinanya mencium, hati berzina dan berzinanya cenderung dan mengangan-angan, sedang farji/ kemaluan membenarkan yang demikian itu atau membohongkannya.” (Hadits Musnad Ahmad juz 2 hal 243,)
Kerancuan penafsiran dan pengingkaran ayat Al-Qur’an semacam itu, baik disengaja atau malah sudah diprogramkan sejak para plagiator faham liberal belajar di Barat, sebenarnya telah mencampur aduk hal-hal yang bertentangan satu sama lain, dijadikan dalam satu wadah dengan satu sebutan: Modernis.Pembaharu atau ijtihad Baik itu dibikin oleh ilmuwan Barat yang membuat kategorisasi ngawur-ngawuran itu berdisiplin ilmu sosiologi seperti Kurzman, maupun orang Indonesia alumni Barat yang lebih menekankan filsafat daripada syari’at Islam .

“Sesungguhnya Allah senantiasa akan membangkitkan untuk umat ini pada setiap akhir seratus tahun (satu abad), orang yang akan memperbarui agamanya.”
(Hadis dari Abu Hurairah, Riwayat Abu Dawud, Al-Hakim, Al-Baihaqi, mereka menshahihkannya, dan juga dishahihkan oleh Al’Iraqi, Ibnu Hajar, As-Suyuthi, dan Nasiruddin Al-Albani).

Kalau orang yang menghalalkan dansa-dansi campur aduk laki perempuan model di Prancis, yaitu Rifa’at At-Thahthawi di Mesir, justru dikategorikan sebagai pembaharu atau mujaddid, bahkan dianggap sebagai pembuka pintu ijtihad bagi kelopok Liberal , apakah itu bukan fitnah dari segi pemahaman ilmu dan bahkan dari sisi ajaran agama?
Padahal, menurut kitab Mafhuum Tajdiidid Dien oleh Busthami Muhammad Said, pembaharuan yang dimaksud dalam istilah tajdid itu adalah mengembalikan Islam seperti awal mulanya. Abu Sahl Ash-Sha’luki mendefinisikan tajdid dengan menyatakan, “Tajdiduddin ialah mengembalikan Islam seperti pada zaman salaf yang pertama.” Atau menghidupkan sunnah dalam Islam yang sudah mati di masyarakat. Jadi bukannya mengadakan pemahaman-pemahaman baru apalagi yang aneh-aneh yang tak sesuai dengan Alqur’an dan Assunnah. Dan adapun menyimpulkan hukum sesuai Alqur’an dan Assunnah mengenai hal-hal baru, itu namanya ijtihad. Jadi yang diperlukan dalam Islam adalah tajdid dan ijtihad, yang dalam artian tidak mengakomodasi Barat ataupun adat sesuai selera pikiran masing-masing tanpa memperhatikan landasan iman & islam .
Dalam hal ber-muamalat , ubudiyat dan Ilahiyat
Mari kita lihat tulisan Hartono Ahmad Jaiz dalam situs AlDakwah.org tentang artikel Ulil Abshar Abdala dimana artikel tersebut menghantam Islam dan ummat Islam secara semaunya. Arahnya adalah pluralisme agama, menyamakan Islam agama Tauhid dengan agama-agama lain yang berseberangan bahkan bertentangan dengan Tauhid, yaitu syirik, menyekutukan Allah swt dengan selain-Nya. Resiko dari keberanian mensejajarkan agama Tauhid dengan kemusyrikan itu sampai-sampai Ulil Abshar Abdalla "memfatwakan" tidak berlakunya lagi larangan pernikahan antara Muslim/ Muslimah dengan non Muslim. Dia karang-karang bahwa larangan atau keharamannya dalam Al-Qur'an tidak jelas. Lebih dari itu, seluruh hukum dalam Al-Qur'an yang menyangkut mu'amalah (pergaulan antar manusia) tidak perlu diikuti lagi di zaman modern ini. Di lain kesempatan, Ulil mengemukakan di suatu majalah bahwa Vodca (minuman beralkohol lebih dari 16%, pen) boleh jadi di Rusia dihalalkan karena di sana udaranya dingin sekali. Sehingga Ulil Abshar Abdalla menegas-negaskan hawa nafsunya berkali-kali bahwa dia tidak percaya adanya hukum Tuhan.
Bentuk ijtihad penafsiran yang dilakukan oleh kelompok JIL seperti tersebut diatas tanpa disadarinya telah membangkitkan sikap hati-hati untuk seluruh umat islam walaupun dengan segala keterbatasannya wajib turut serta menghadang semua sepak terjang faham sekularime, pluralisme & liberalisme (spilis) yang menjadi pokok idealisnya dalam menafsirkan Alqur’an & Alhadits dengan tidak melihat kaidah-kaidah yang benar dimana faham spilis tersebut berniat disebarkan ke seluruh masyarakat muslim.


Ulil - Dr.Kausar Azhari Noer - Zainun_kamal
Dalam artikel yang ditulis oleh seorang Ulil sang gembong JIL , dengan memfatwakan" tidak berlakunya lagi larangan pernikahan antara Muslim/ Muslimah dengan non Muslim. Dan juga mengatakan Vodca (minuman beralkohol) boleh jadi di Rusia dihalalkan karena di sana udaranya dingin sekali. Sejatinya yang demikian tersebut merupakan pemikiran dan paham yang ingkar, tidak mengakui Alqur’an & Assunah , kontektual dalam Al-Qur’an dijelaskan , dalam surat Al-Baqarah 219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfa'at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa'atnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir .
AlMaidah 90. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah , adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan
AlBaqarah . 221. Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu'min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
Lelaki Muslim Menikahi Wanita Konghuchu di Paramadina
"Fatwa" Ulil di dalam salah satu surat kabar yang mengacak-acak hukum Allah itu dia demonstrasikan pula secara nyata-nyata. Yaitu Ulil Abshar Abdalla menjadi salah satu pengundang dalam acara pernikahan lelaki Muslim dengan wanita Konghucu di Yayasan Paramadina (Islamic Study Center Paramadina Pondok Indah Plaza III Blok F 5-7 Jl TB Simatupang) Jakarta yang berlangsung Ahad 8 Juni 2003.
Pagi Itu akad nikah cara Islam. Pengantin lelakinya bernama Ahmad Nurcholish, perempuannya Ang Mei Yong. Walinya diserahkan kepada Dr Kausar Azhari Noer dosen tasawuf di UIN (Universitas Negeri Jakarta) dan beberapa perguruan tinggi, dan pengajar di Paramadina.
Sedang di antara saksinya adalah Ulil Abshar Abdalla. Sorenya, akad nikah cara Islam itu entah belum dianggap cukup atau bagaimana, kemudian diadakan upacara Liep Gwan (model Konghucu), di Sekretariat MATAKIN Komplek Royal Sunter Blok F 23 Jl Danau Sunter Selatan Jakarta Utara. Surat undangan yang diedarkan tertera nama-nama yang turut mengundang yaitu: Dr H Zainun Kamal MA (dosen UIN Jakarta), Ulil Abshar Abdalla -JIL, dan Munawar MA Sag. Dicantumkan pula dalam undangan bahwa Dr Zainun Kamal yang akan menyampaikan khutbah nikah.
Rupanya Ulil mengambil kesempatan secara maksimum , dimulai dengan berperan sebagai orang yang turut mengundang dalam pernikahan beda agama seperti yang dia "fatwakan". Lalu tidak cukup hanya jadi pengundang, namun dia juga jadi saksi dalam upacara akad nikah. Lalu masih merasa belum cukup pula, maka mewawancarai Ahmad Nurcholish dan Mei Yong kemudian dimuat di situs islamlib.com.
Dalam hadits disebutkan:
"Pastilah tali-tali Islam akan dilepaskan satu demi satu tali, maka ketika terlepas satu tali lalu manusia berpegangan dengan yang berikutnya. Yang pertama lepas adalah al-hukmu (hukum, pemerintahan) dan yang terakhir adalah shalat." (HR Ahmad, hasan).
"Hampir datang pada manusia suatu zaman (di mana) tidak tersisa dari Islam kecuali namanya, dan tidak tersisa dari Al-Qur'an kecuali tulisannya. Masjid-masjid mereka ramai tetapi keropos dari petunjuk. Ulama mereka adalah seburuk-buruk orang di bawah kolong langit… (HR Al-baihaqi dalam Syu'abul Iman juz 2, halaman 311).
Perusakan ....bersambung
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Enam tahun JIL menebar sesat
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» UUD NEGARA REPUBLIK CINTA TAHUN 2009
» Wanita Merasa Paling Bahagia pada Umur 30 Tahun
» Ibu Termuda, Melahirkan di Usia 5 Tahun
» Melahirkan di Usia 30-40 Tahun Turunkan Risiko Kanker Endometrium
» Daftar Nama Shio Cina, Zodiak Bintang Astrologi & Batu Berdasarkan Tanggal Tahun Lahir

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www.mutmainah.forumotions.com :: KAJIAN UTAMA :: Islamology-
Navigasi: