www.mutmainah.forumotions.com

Forum Diskusi & Informasi Pengajian VCM
 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Keluarga VCMKeluarga VCM  

Share | 
 

 ‘PENEBUSAN DOSA’ DALAM AJARAN ISLAM

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
anwarp



Jumlah posting : 14
Join date : 20.01.08

PostSubyek: ‘PENEBUSAN DOSA’ DALAM AJARAN ISLAM   Sat Feb 09, 2008 10:08 am

‘PENEBUSAN DOSA’ DALAM AJARAN ISLAM

Terlepas dari adanya perbedaan tentang konsep dosa, ajaran Islam dan Kristen punya kesamaan bahwa dalam menjalani kehidupan ini, manusia tidak terlepas dari dosa. Kristen mengajarkan gara-gara kesalahan yang dilakukan nenek-moyang manusia Adam dan Hawa, maka seluruh umat manusia ‘terjebak’ dalam ‘kuasa dosa’ sehingga dosa adalah sesuatu yang melekat dalam diri manusia. Kristen juga mengajarkan, satu-satunya cara agar manusia terlepas dari dosa adalah melalui penebusan yang dilakukan Yesus Kristus yang rela mati ditiang salib. Bagi yang percaya (sebagian bilang beriman) maka dosanya sudah ditebus, sehingga mendapat keselamatan dan berkumpul dengan Tuhan di surga nanti.
Kurang-lebih sama dalam ajaran Islam, yang dinamakan ‘kuasa dosa’ tersebut diistilahkan ‘potensi berbuat dosa’. Allah menciptakan manusia dalam kondisi yang netral, tidak berdosa dan tidak juga berpahala, karena dosa dan pahala muncul dari ‘perbuatan yang disadari’. Seorang bayi belum dihitung telah berbuat dosa maupun berbuat kebaikan yang menghasilkan pahala, demikian juga seorang yang tidak waras (gila) perbuatan apapun yang dilakukannya tidak bisa dikatakan baik atau buruk karena ketidak-warasannya.

[4:28] Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

[7:179] Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

[10:92] Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.

[11:118] Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,


Banyak ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menceritakan tentang kelemahan manusia sehingga terjerumus dalam berbuat dosa. Lalu bagaimana caranya agar dosa-dosa manusia bisa dihapus..?? sehingga ketika saat tiba kelak, manusia bersih dari dosa dan bisa bertemu dengan Tuhan di surga..?? Umat Islam tidak ‘seberuntung’ rekannya yang Kristen, yang sudah punya ‘oknum pencuci dosa’, maka proses penghapusan dosa dalam ajaran Islam tergantung dari ‘mekanisme’ yang telah diciptakan Tuhan.

Segala perbuatan manusia, baik atau jahat/dosa, umumnya dibagi atas 2 hal sekalipun secara mutlak diantara keduanya tidak bisa dipisahkan, yaitu perbuatan terhadap Allah dan perbuatan terhadap sesama makhluk. Perbuatan baik terhadap Allah berupa ritual penyembahan yang sudah ditentukan Allah dan bukan dikarang-karang sendiri. Umat Islam menyembah Allah dengan cara yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW seperti shalat, puasa, haji, dll. Dalam hal ini berlaku kaedah 'semua ritual penyembahan adalah haram dilakukan kecuali apa yang diperintahkan', jadi umat Islam sangat ketat dalam 'karang-mengarang' tata-cara ibadah dan tidak boleh mengada-ada. Selain itu ada juga perbuatan baik kepada sesama makhluk, itu juga banyak dicontohkan oleh Rasulullah dan dalam hal ini berlaku kaedah 'semua perbuatan terhadap sesama makhluk adalah baik kecuali apa yang dilarang', namun disini berlaku prinsip 'berhati-hati' dan lebih baik meninggalkan perbuatan yang kira ragu terhadapnya. Sebaliknya tidak melakukan apa yang diperintahkan (sehubungan dengan Allah) dan mengerjakan apa yang dilarang (sehubungan dengan sesama makhluk) dinamakan dengan dosa/maksiat/jahat/salah. Dalam menjalani kehidupan manusia selalu akan menjalani ini. Kadang kesadaran muncul, maka hasilnya adalah ketaatan, besok kembali lupa lalu mengakibatkan kesalahan dan dosa. Itu selalu terjadi pada siapapun.
Ada yang perlu kita perhatikan disini, bahwa dosa terhadap sesama manusia kemungkinan besar anda lakukan terhadap ORANG-ORANG DISEKITAR ANDA DAN ORANG-ORANG YANG TERDEKAT DENGAN ANDA. seperti orang-tua, istri/suami, anak, saudara, tetangga. Kecil kemungkinan anda pernah berbuat dosa kepada Mr. Black di Amerika yang tidak anda kenal, atau Yamamoto-san di Tokyo yang tidak pernah berhubungan dengan anda. maka berhati-hatilah, diakherat nanti kemungkinan besar justru orang-orang terdekat anda inilah yang bisa menyeret anda keneraka karena perbuatan zalim anda terhadap mereka. Anda akan dipertemukan dengan mereka dan semua akan bersaksi terhadap segala perbuatan anda. Apakah anda akan mengira orang-tua, anak, istri anda akan membantu anda disana nanti..?? :

[23:101] Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
Di akherat semua manusia mempertanggung-jawabkan dirinya sendiri..
Mekanisme penghapusan dosa dalam ajaran Islam bisa dirumuskan kepada hal berikut :
1. Meminta ampun dan melakukan taubat nasuha (taubat dengan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut), namun sebagai manusia kadang kita kembali lupa lalu melakukan dosa lagi, maka kita diharuskan kembali meminta ampun. Kondisi seperti ini sudah dinyatakan Allah dalam Al-Qur'an :
[3:135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

[7:153] Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[4:110] Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Lihatlah ayat tersebut, tidak dijelaskan BERAPA KALI DOSA YANG KITA LAKUKAN agar taubat kita diampuni Allah. Artinya bisa saja kita melakukan dosa berkali-kali, dan ketika kita minta ampun, Allah akan mengampuni kita berkali-kali juga. Namun disini ada peringatan, jangan sampai anda punya pikiran :”Nahh..gampang khan..?? tiap berbuat dosa kita langsung minta ampun, toh..Allah bakalan mengampuni kita…”. Karena ada ayat ini :

[6:70] Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quraan itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.
Disamping juga tidak ada seorang manusiapun yang tahu pasti kapan nyawanya akan dicabut, maka kelakuan ‘menganggap enteng’ perbuatan dosa tersebut bisa mencelakakan diri sendiri.

2. Selain meminta ampun kepada Allah, kita juga diwajibkan meminta maaf kepada orang lain atas kesalahan kita terhadap mereka. Al-Qur'an mengajarkan bahwa memberi maaf atas kesalahan orang lain adalah suatu keutamaan :
[4:149] Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Kuasa.

[5:13].. dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

[15:85] Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.

[42:37] Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.
Coba anda perhatikan bunyi ayat diatas, fokus ajaran soal 'maaf-memaaf' ini ternyata ada pada pihak yang MEMBERI maaf, bukan pada yang MEMINTA maaf, karena memang memberi maaf jauh lebih berat daripada meminta maaf sehingga petunjuk Allah ditujukan bagi pihak yang memberi maaf. Dalam hubungan antar manusia, tidak ada seorangpun yang tidak punya salah dan dosa kepada orang lain, maka perintah memaafkan sesuai ayat diatas berarti juga ‘dimaafkan’ oleh orang lain.

3. Dalam kondisi kita sudah meminta ampun kepada Allah, sudah berusaha untuk meminta maaf kepada sesama manusia, maka selanjutnya tindakan kita adalah memperbanyak amal saleh kita dan menjauhi perbuatan dosa, gunanya ketika sampai waktunya hari penghakiman, saat amal baik dan dosa kita ditimbang, kita ada dalam kondisi 'surplus' amal baik. Perbuatan baik tersebut seyogyanya terkait dengan kesalahan apa yang kita lakukan, seorang koruptor misalnya, selain meminta maaf kepada orang-orang yang dirugikannya, juga harus diikuti perbuatan baiknya untuk menyerahkan harta yang telah dikorupsinya dan jangan sampai punya pikiran :”Yang penting khan sudah minta maaf, harta yang terlanjur sudah saya ‘kumpulkan’ menjadi milik saya donk…”, berhati-hatilah karena bisa-bisa taubat dan permintaan maaf anda tidak ada artinya. Perbuatan baik akan menghapus dosa anda :

[11:114] Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.
Yang harus diingat adalah perbuatan baik dan dosa jangan dilihat dari sisi kuantitasnya saja, kita mungkin punya pikiran :"Hari ini saya sudah berbuat baik 10 kali, dosa yang saya lakukan cuma 3 kali, Alhamdulilaaahh..masih 'surplus' dan masih aman bisa masuk surga..". Perbuatan baik dan dosa juga harus dilihat dari sisi kualitasnya, bisa saja 1 dosa menghapus perbuatan baik anda yang telah dilakukan bertahun-tahun. Mungkin anda punya pikiran, hanya dosa kecil ketika anda memaki orang lain, atau iseng membuang sebuah paku dijalanan, padahal makian anda bisa merusak hati orang seumur hidupnya, atau sebiji paku yang anda tempatkan dijalan bisa membunuh puluhan orang apabila dilindas sebuah bis yang sarat penumpang. Sebaliknya perbuatan baik yang anda anggap sepele justru bisa mengapus dosa anda yang dilakukan bertahun-tahun, dalam hadist Rasulullah diriwayatkan bagaimana seseorang yang memberi minum seekor anjing yang kehausan diganjar Allah dengan surga dan dihapus dosa-dosanya.
Maka setiap Muslim yang ingin menjalankan ajaran Islam dengan baik seharusnya berhati-hati setiap saat, tidak menganggap sepele setiap perbuatan..

4. Pertanyaan muncul : bagaimana kalau ketiga hal tersebut sudah dilakukan, namun ternyata kita masih 'tekor' di akherat..?? segala perbuatan baik kita tidak juga mampu mengapus dosa-dosa yang kita lakukan. Perlu diketahui bahwa segala perbuatan kita punya ‘harga yang pantas’ diakherat nanti, tidak ada dari perbuatan kita yang luput dari penilaian Allah :

[4:40] Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.

[99:7] Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. [99:8] Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Ketika pahala anda ternyata tidak cukup ‘mengkompensasikan’ dosa yang anda perbuat maka keadilan Tuhan akan menjebloskan anda ke neraka, tujuannya adalah untuk 'mencuci dosa', anda akan disiksa sesuai dosa-dosa yang anda lakukan. Bagi orang yang beriman (Kristen menyebutnya : percaya tapi tidak beriman) yang amal salehnya tidak sanggup menghapus dosanya, setelah mendapat hukuman yang setimpal baru kemudian dikeluarkan dari neraka untuk dimasukkan ke surga.
Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sungguh, aku benar-benar tahu penghuni neraka yang keluar terakhir dari sana dan penghuni surga yang terakhir masuk ke dalamnya, yaitu seorang yang keluar dari neraka dengan merangkak. Lalu Allah berfirman: Pergilah, masuklah ke dalam surga. Dia pun mendatangi surga, tapi terkhayal padanya bahwa surga itu penuh. Maka ia kembali dan berkata: Ya Tuhanku, aku temukan surga telah penuh. Allah berfirman: Pergilah, masuklah ke dalam surga. Dia mendatangi surga, tapi terkhayal padanya bahwa surga itu penuh. Maka ia kembali dan berkata: Ya Tuhanku, aku temukan surga itu penuh. Allah berfirman: Pergilah, masuklah ke dalam surga, karena sesungguhnya menjadi milikmu semisal dunia dan sepuluh kali kelipatannya atau, sesungguhnya bagimu sepuluh kali lipat dunia. Orang itu berkata: Apakah Engkau mengejekku (atau menertawakanku), sedangkan Engkau adalah Raja? Abdullah bin Masud berkata: Aku benar-benar melihat Rasulullah saw. tertawa sampai kelihatan gigi geraham beliau. Dikatakan: Itu adalah penghuni surga yang paling rendah kedudukannya.
....bersambung
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
‘PENEBUSAN DOSA’ DALAM AJARAN ISLAM
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Menanam Cabai di Dalam Pot
» Kebutuhan Gula dan Garam Dalam Tubuh
» 3 Hal Tersulit Dalam Kehidupan Pernikahan
» Temukan Kata Cintamu dalam 100 Bahasa
» Jumlah Buang Air Kecil yang Wajar Dalam Sehari

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www.mutmainah.forumotions.com :: KAJIAN UTAMA :: Islamology-
Navigasi: